Minggu, 18 Agustus 2019
  1. HOME
  2. BOLA.COM
  3. MEMORI KELAM PERSIJA JADI PESAKITAN DI FINAL PIALA INDONESIA 2005
Minggu, 21 Jul 08:30

Memori Kelam Persija Jadi Pesakitan di Final Piala Indonesia 2005

Sumber: Bola.com

Bola.com, Jakarta - Tak selamanya Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, menjadi tempat keberuntungan bagi Persija Jakarta. Di stadion legendaris yang diresmikan 21 Juli 1962 itu, Tim Macan Kemayoran pernah merasakan pahitnya kalah di laga final Piala Indonesia pada tahun 2005.

Piala Indonesia merupakan sebuah turnamen yang mempertemukan klub-klub lintas divisi. Pertama kali turnamen ini diadakan pada tahun 2005 dengan nama Copa Indonesia (Copa Dji Sam Soe untuk alasan sponsor).

Kali pertama digelar, purnamen Piala Indonesia 2005 melibatkan 92 tim yang terdiri dari 36 klub Divisi Utama, 40 klub Divisi Satu dan 16 klub Divisi Dua. Sebelumnya di era Galatama Pernah pula digelar semacam Piala Indonesia yang diikuti oleh klub-klub Galatama dengan nama Piala Galatama.

Final perdana turnamen citra rasa baru mempertemukan Persija kontra Arema Malang. Partai puncak Copa Dji Sam Soe 2005 benar-benar berakhir dramatis.

Arema tampil sebagai juara dengan mengalahkan Persija Jakarta 4-3 lewat perpanjangan waktu. Saling kejar gol hingga dalam pertarungan yang menarik membuat final di stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (19/11/2005), benar-benar menguras emosi. Benar-benar tontonan seru.

Kedua tim harus bermain hingga dua kali perpanjangan waktu dengan sama-sama kehilangan satu pemain. SUGBK terbelah dua pada malam itu, massa The Jakmania (pendukung Persija) dan Aremania (Arema) tumpah ruah di tribune stadion.

The Jakmania lebih dahulu bersorak setelah Adolfo Fatecha mencetak gol di menit ke-12. Gol ini terjadi setelah tendangan bebas Ismed Sofyan terlepas dari tangkapan kiper Silas Ohee. Fatecha yang sudah siap di depan gawang langsung menyodok bola ke dalam gawang.

Namun keunggulan Persija tidak bertahan lama. Penetrasi Erol Iba dari sisi kiri lapangan di menit 20 menjadi awal gol penyama Tim Singo Edan. Operannya dengan cerdik diolah Franco Hitta Martin hingga bebas menghadapi kiper Mukti Ali Raja.

Tanpa ragu bomber asal Cile itu melepaskan tendangan sangat keras sampai membentur Mukti dan bola mantul ke dalam gawang.

Gol Franco Hitta membuat tempo permainan semakin tinggi. Wasit kembali harus mengeluarkan dua kartu kuning karena pelanggatan keras yang dilakukan Deca dan mantan bek Pesija Warsidi.

Di babak kedua kedua tim bermain lebih terbuka. Solo run Firman Utina dari setengah lapangan tidak mampu dihentikan pemain-pemain persija. Dengan tenang sontekannya melewati kiper Mukti dan membuat kedudukan 2-1 untuk Arema.

Namu hanya selang beberapa menit terjadi insiden kontrovesial. Wasit Jajat Sudrajat memberikan hadiah penalti kepada Persija karena menilai pemain belakang Arema melakukan handsball, meski gambar ulang terlihat tidak demikian.

Batoum Roger yang mengeksekusi penalti berhasil melakukan tugasnya dengan baik.

Nasib sial Arema bertambah karena selanjutnya Alexander Pulalo menerima kartu kuning kedua setelah menekel kasar, Ortizan Solossa. Bek asal Papua itupun harus meninggalkan lapangan. Kondisi ini membuat kubu Arema yang marah besar, mereka menilai wasit berat sebelah, cenderung memihak Persija Jakarta.

Tags: Piala Indonesia Piala Indonesia 2018-2019 Trivia Sepak Bola Indonesia Feature Sepak Bola Indonesia Arema FC Persija Jakarta

Memori Kelam Persija Jadi Pesakitan di Final Piala Indonesia 2005

Memori Kelam Persija Jadi Pesakitan di Final Piala Indonesia 2005 - Berita bola Minggu 21 Juli 2019 05:45

Hubungi Kami / Privacy Policy / RSS

©2019 Nonton Bareng Streaming Bola Online